Bijaksana di Media Sosial: Apa Yang Boleh dan Tidak Boleh Dijadikan Status atau Postingan

social media

Tidak bisa dipungkiri, media sosial saat ini merupakan hal yang sangat berhubungan dengan hidup kita. Namun, kita semua harus ingat, media sosial ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, Anda bisa memanfaatkannya namun di sisi yang lain, media sosial bisa membuat Anda menjadi merugi. Jika Anda benar dalam menggunakannya, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari media sosial. Akan tetapi jika Anda tidak menggunakannya dengan benar, siap-siaplah menerima konsekuensinya.

Saat Anda menggunakan media sosial, status media sosial Anda atau postingan Anda akan bertanggung jawab pada apa yang akan Anda dapatkan nantinya. Nah, di sini kita akan membahas hal-hal yang boleh dan tidak boleh dijadikan status atau postingan di media sosial.

Yang Boleh Dijadikan Status di Media Sosial

Banyak sekali sebenarnya yang bisa dijadikan status di media sosial. Prinsipnya, asalkan itu positif, berguna bagi orang lain, atau setidaknya tidak merugikan orang lain dan diri Anda sendiri, Anda bisa mempostingnya di media sosial.

Sebagai contoh, Anda memposting tentang bagaimana Anda memotivasi diri Anda sendiri saat menjalani masa ujian di sekolah atau kampus. Secara tidak langsung Anda juga memberikan motivasi ke orang lain. Atau Anda memposting berbagai tips atau informasi yang berguna bagi orang lain.

Anda juga bisa saja membuat posting yang sifatnya tidak merugikan siapapun seperti bertanya, “Mau apa ya weekend nanti?” Dari membuat status seperti itu, bisa jadi Anda malah akan mendapatkan ide dari jawaban orang-orang yang melihat status Anda tersebut.

Yang Tidak Boleh Dijadikan Status di Media Sosial

  1. Masalah Pribadi

status pribadi facebook

Ya, jangan sampai Anda mengumbar masalah pribadi Anda ke media sosial. Manusia memang terlahir sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain agar bisa hidup termasuk untuk melampiaskan keluh kesah. Namun menjadi sangat salah jika keluh kesah diumbar ke media sosial.

Ambil saja contoh Anda sedang berantem dengan ibu Anda sendiri lalu Anda mengungkapkan kekesalan Anda ke media sosial Anda dengan membuat status atau posting yang mengatakan ibu Anda inilah atau itulah. Bukannya Anda merasa lega, Anda mungkin malah akan membuat masalah menjadi semakin runyam.

Ingatlah bahwa media sosial bisa diakses oleh orang lain dengan mudah, khususnya orang-orang yang berteman dengan Anda di media sosial tersebut. Orang-orang jadi tahu bahwa Anda sedang dalam masalah. Secara tidak langsung Anda mengumbar aib Anda sendiri. Bagaimana jika yang melihat adalah ibu Anda sendiri (dengan mengambil contoh di atas).

Bukankah hubungan Anda dengan ibu malah akan semakin runyam? Membuat status atau posting yang berisi masalah pribadi ke media sosial akan membuat Anda terlihat tidak dewasa.

  1. Merendahkan Orang Lain

status merendahkan orang lain

Sudah ada beberapa kejadian yang menunjukkan bahwa merendahkan orang lain melalui status atau postingan di media sosial malah berujung masalah yang lebih besar. Umpatan dan ungkapan yang merendahkan orang lain akan membuat Anda tampak kekanak-kanakan. Bisa-bisa Anda membuat masalah baru dengan orang yang Anda rendahkan itu.

Mungkin Anda ingat kasus seorang cewek bernama Florence yang membuat postingan di akun Twitternya yang memaki-maki petugas SPBU di Jogja karena merasa dirinya diperlakukan tidak adil. Padahal kenyataannya tidak demikian. Sebagai hasilnya, banyak orang yang memprotes dan Florence harus menghadapi proses persidangan karenanya. Tidak hanya itu saja, Florence juga harus didepak dari kampus tempatnya belajar saat itu yaitu dari kampus UGM.

Dan ada lagi seorang remaja yang memposting status memaki-maki polisi di akun Facebooknya. Tidak lama, anak remaja tersebut disatroni polisi yang kemudian menginterograsinya dan membuatnya meminta maaf. Kejadian “penggrebekan” itu direkam oleh pihak polisi yang kemudian diunggah ke YouTube. Tentunya remaja tersebut secara tidak langsung mendapatkan sanksi sosial, bukan?

  1. Tidak Senonoh

Membuat postingan atau status yang tidak senonoh juga sangat tidak disarankan seperti mengupload foto ketika merokok, minuman keras atau mungkin saat menang judi bola online bersama teman-teman. Parahnya, banyak remaja yang melakukannya. Sebagai contoh, Anda mengunggah foto pose syur Anda bersama pasangan. Bukannya dipuji sebagai pasangan yang mesra, Anda malah akan dicap sebagai pasangan mesum dan tidak sopan.

Belum lagi ketika keluarga Anda tahu tentang hal tersebut. Mereka akan malu. Dan jangan lupakan kampus tempat Anda mengenyam pendidikan. Tentunya Anda juga akan mendapatkan “hukuman” dari kampus entah itu dikeluarkan atau paling tidak Anda akan jadi bahan pergunjingan di antara teman-teman Anda.

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •